Pasuruan, 8 Agustus 2026- Language week merupakan salah satu program MA IBS Nurul Faizah untuk mengasah kemampuan berbahasa para siswi yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Program ini bekerjasama dengan UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswi melalui praktik langsung dalam lingkungan sekolah dan pondok. Para siswi kelas X hingga XII MA IBS Nurul Faizah diberikan kesempatan memilih salah satu bahasa yang diminati, yaitu Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Program ini menjadi ruang bagi para siswi untuk mengasah kemampuan berbahasa sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Bukan sekadar belajar kosakata dan tata bahasa, para siswi MA IBS Nurul Faizah diajak untuk berani menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari melalui program Language Week.
Program perdana ini berlangsung pada 4–8 Agustus 2026 dan ditutup dengan Grand Show of Language Week PP Nurul Faizah 3 pada Sabtu (8/8/2026). Acara yang berlangsung pukul 13.00–15.00 tersebut menjadi panggung bagi para santri untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama satu pekan. Sebanyak tujuh penampilan disuguhkan dalam Grand Show of Language Week. Dari Bahasa Arab, para siswi menampilkan debat, ghina’, dan syiir. Sementara itu, dari Bahasa Inggris, para siswi menampilkan teater, puisi, flashmob, dan storytelling. Berbagai penampilan tersebut menjadi bukti bahwa pembelajar-an bahasa dapat dikembangkan melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Para siswi tidak ha- nya dituntut memahami bahasa secara teori, tetapi juga berlatih menyampaikan gagasan, berekspresi, dan berkomunikasi di hadapan orang lain.
Menariknya, para mentor mengaku sempat memiliki
kekhawatiran sebelum memulai pendampingan. Mereka membayangkan para siswi mungkin akan merasa takut atau malu ketika
diajak berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Namun,
kekhawatiran tersebut justru berubah menjadi kekaguman setelah melihat
kemampuan para santri. Para mentor menemukan bahwa para siswi mampu merespons percakapan dengan cukup
lancar ketika diajak berkomunikasi menggunakan bahasa yang mereka pilih. Hal
tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi para mentor selama satu minggu
mendampingi kegiatan Language Week.
Dalam kesempatan
ini, salah satu mentor dari Program Studi Sarjana
Pendidikan Bahasa Arab, Kak Diva, menyampaikan pesan kepada para siswi:
فمن لم يذق مر
التعلم ساعة، تجرع ذل الجهال طول حياته
Pesan tersebut
bermakna, “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia
harus mampu menahan perihnya kebodohan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses
belajar membutuhkan ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba. Kemampuan
berbahasa tidak hadir secara instan, melainkan tumbuh melalui latihan yang
dilakukan secara konsisten. Begitu
juga dengan salah satu mentor dari Prodi Sarjana Sastra Inggris Yakni Kak Nara,
beliau menyebutkan “Don’t be scared to speak,”. Yang memotivasi para siswi untuk
terus berani bicara apa yang ada dipikiran para siswi tanpa memedulikan salah
atau benarnya kalimat yang keluar dari mulut mereka, karena menurut Kak Nara
seseorang bisa berbicara Bahasa Asing dengan lancar, itu karena mereka sering
latihan berbicara tanpa memperdulikan salah atau benarnya. Karena jika masih dalam fase belajar,
salah merupakan hal yang wajar, jika salah masih bisa diulangi kembali dan
dipelajari kembali.
Melalui Language Week, MA IBS Nurul Faizah tidak hanya menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, tetapi juga membangun keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri para sis-wi. Program ini menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi yang mampu berkomunikasi lintas Bahasa. Dengan berakhirnya Grand Show of Language Week, perjalanan belajar para siswi tidak berhenti di atas panggung. Justru, keberanian untuk terus berbicara, mencoba, dan belajar menjadi bekal yang diharapkan dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Aqilah Zainaba An-Nadwa
Editor: Aini Rohtul Nadhiyah


























